








- 1988 : “Art of Bali”, East-West Center, Honolulu, Hawaii (15 Agustus – 14 Oktober 1988).
- 1990 : “Donald Friend Restrospective”, Art Gallery of New South Wales di Sydney (9 Pebruari 25 Maret 1990) dan National Gallery of Victoria di Melbourne (14 april-6 Juni 1990).
- 1990-1992 : Pameran Kebudayaan Indonesia (KIAS) keliling di Amerika Serikat (18 Oktober 1990-23 Maret 1992).
- 1993 : Pameran Kebudayaan Indonesia di Belanda (PAKIB), Amsterdam (2) April -28 Mei 1993).
- 1994 : “From Ritual to Romance Paintings Inspired by Bali,” di National Museum, Singapura (21 Januari-20 Pebruari 1994).
- 1995 : Art Asia International Fine Art Exposition, Hong Kong (16-20 Nopember 1995).
- 1997 : “From Heart to Heart: Paintings from Bali,” Festival Persahabatan Indonesia – Jepang. di Iwate Perfecture Museum, Morioka, Jepang (30 Agustus – 15 September 1997) dan Setagaya Art Museum, Tokyo, Jepang (11 Nopember – 7 Desember 1997).
- 1998 : ASEAN Masterworks”, Palace of the Golden Horses, Mines Resort City, Selangor, Malaysia (14-16 Desember 1997) dan Balai Seni Lukis Negara, Kuala Lumpur, Malaysia (15-31 Januari 1998).
- 1999 : Soul Ties: The Land and Her People. Art From Indonesia, Singapore Art Museum. Singapura (23 Juni – 22 Agustus 1999).
- 2000 : “Exhibition-Southeast Asian Paintings Vision and Enchantment”, Singapore Art Museum, Singapura (8 Juni-29 Agustus 2000).
- 2000 : “Exhibition 12 ASEAN Artists”, Balai Seni Lukis Negara / National Art Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia (27 September-3 Nopember 2000).
- 2002 : “Pameran Ramayana Dalam Seni Asia”, di Honolulu, Hawaii, USA (9 Oktober 2002-9 Nopember 2002).
- 2002-2003 :Pameran Bersama Koleksi Museum Neka dalam Melintas Batasan Bali: Jendela Seni Indonesia Abad Kedua Puluh, diselenggarakan oleh Asia Society AustralAsia Centre. Berkeliling di beberapa kota di Australia (31 Juli 2002 -31 Oktober 2003).
- 2003 : Dalam peluncuran buku: SUTEJA NEKA, PELESTARIAN SENI BUDAYA BALI, ditulis oleh Prof. Dr. 1 Gusti Ngurah Gorda, MS., MM., disertakan pameran pilihan lukisan koleksi Museum Seni Neka yang termasuk dalam buku tersebut di atas. Diluncurkan oleh Dra. I Gusti Ayu Rai Arnita (Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali). 25 Nopember 2003.
- 2005 : Dalam peluncuran 3 (tiga) buku: SAKSI TINTA Ekspresi Seni Prosa, Syair dan Puisi oleh Tjokorda Raka Kerthyasa, THE NEKA ART MUSEUM A Study of a Successful Tourist Attraction In Bali by Prof. Dr. Neil Leiper dan SENI LUKIS Berinspirasikan Alam dan Budaya Bali oleh Garrett Kam (diterjemahkan dalam bahasa Jepang oleh Chika Yamakami dan Kiyoshi Naruse) yang diluncurkan oleh Drs. 1 Nyoman Nikanaya, MM (Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali). (17 Juli 2005).
- 2005-2006 : Neka Art Museum merupakan salah satu tempat yang ditunjuk dalam rangkaian pameran SUMMIT EVENT BALI BIENNALE 2005 dengan tema pameran HISTORIOGRAFIS. Dengan Steering Committee: Pande Wayan Suteja Neka (ketua), Anak Agung Gde Rai (wakil ketua) Organizing Committee: Prof. Dr. I Made Bandem (ketua), Putu Wirata Dwikora (wakil ketua). Dewan Kurator: Putu Wirata Dwikora
- 2006 : Pameran Jejak Tradisi Dalam Ekspresi Modern IV Karya Dosen Jurusan Seni Rupa ISI Denpasar (9 Juli – 9 Agustus 2006)
- 2007 : Pameran Pendidikan Seni Rupa” Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Bali (15 Pebruari – 15 Maret 2007) Ulang tahun seperempat abad Neka Art Museum, 7 Juli 2007. Diluncurkan 2 (dua) buah buku: IMPIAN JADI KENYATAAN (data dihimpun oleh Kardi Suteja dan Wahyu Suteja) dan NEKA ART MUSEUM IN MODERN BALINESE HISTORY Art and the Passage of Time by Garrett Kam. Peresmian perluasan koleksi Museum Seni Neka dengan “Keris” oleh Ir. Jero Wacik, SE, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI (22 Juli 2007). Pameran Affandi (1907-1990), “Affandi Centennial Exhibition” (12 Agustus – 16 September 2007).
- 2007-2008: Pameran Abdul Aziz “Restrospektive Solo Exhibition” (16 Desember 2007 – 13 Januari 2008)
